Tampilkan postingan dengan label Flasdisk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flasdisk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2012

Cara Merawat Flasdisk



Sudah pada tahu flash disk kan? Itu tuh salah satu alat penyimpanan data yang semakin hari semakin populer dan bisa dibilang menggeser peranan floppy disk atau Disket. Sebenarnya flash disk dan disket memiliki fungsi yang sama, hanya saja flash disk biasanya memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dibanding disket. Jika sebuah disket hanya mampu menyimpan data sebesar 1,44 Mega Bytes maka sebuah flash disk mampu menyimpan data mulai 32 Mega Bytes – 4 Giga Bytes, tergantung dengan berapa kapasitasnya.

Selain kualitas, mahal tidaknya flash disk juga tergantung dengan besarnya kapasitas yang tersedia, semakin besar kapasitasnya semakin mahal pula harganya. Memang sih, harga flash disk cenderung menurun dibanding dulu ketika pertama kali di luncurkan, tapi harga sebuah flash disk tidak bisa dikatakan murah. Nah agar flash disk kita bisa awet, benda yang biasanya berukuran kecil dan berwarna lucu ini juga harus di rawat lho. Bukan cuma karena harganya yang relatif mahal tapi juga biar data-data penting yang tersimpan di dalamnya lebih aman. Jadi, berikut ini ada cara bagaimana merawat dan menggunakan flash disk dengan benar, antara lain :
1. Jauhkan Dari Medan Magnet Kuat

Barang-barang elektronik seperti TV dan Handphone sangat tidak baik untuk flash disk. Untuk itu jangan pernah menyimpannya di dekat barang-barang sejenis yang memiliki kekuatan magnet besar. Terkadang kita sering lupa jika meletakkan flash disk dan Handphone di tempat sama dalam tas. Nah mulai saat ini, kalau ingin flash disk kamu berumur panjang, jangan lagi menyimpannya di tempat yang sama
2. Jangan Terkena Air

Meski ada beberapa merk yang mengklaim waterproof (anti air), menjauhkan flash disk dari sentuhan air tetap saja menjadi langkah yang paling aman. Daripada data kamu hilang atau flash disk kamu rusak, mendingan tidak ambil resiko
3. Virus Scan

Saat Pengambilan data atau pemindahan dari dari pc ke flash disk, sangat mungkin bukan hanya data yang ikut berpindah tapi juga virus-virus yang terdapat dalam komputer. Apalagi kalau kita mengambil dan menyimpan data dari internet. Waduh flash disk kamu bisa dipenuhi virus-virus pengganggu. Makanya, jangan lupa untuk melakukan ritual scan virus secara berkala dengan software anti virus yang tersedia
4. Proses Eject atau Stop

Selalu melakukan proses eject atau stop sebelum mencabut flash disk dari port usb. Selain bisa menjadikan flash disk rusak, tidak melakukan proses eject atau stop juga dapat mempengaruhi file-file data yang kamu simpan di dalamnya
5. Jauhkan Dari Tempat Panas

Semua barang elektronik tak terkecuali flash disk sangat rentan dengan yang namanya panas. Apalagi terkena sinar matahari langsung. Jadi usahakan tidak menyimpannya ditempat yang panas dan terkena sinar matahari langsung. Misalnya seperti meninggalkan flash disk di mobil

6. Hindari Benturan Keras

Coba rasain kalau kamu jatuh dari lantai 12, kamu bisa jadi harus masuk rumah sakit atau bahkan masuk ke rumah masa depan. Begitu juga dengan flash disk. Jadi jagalah flash disk kamu baik-baik dari benturan keras
7. Tutuplah selalu

Udara dan lingkungan kita penuh dengan debu dan kotoran. Jika socket flash disk kita kotor maka dapat mengakibatkan proses baca tulis sering gagal. Makanya selalu tutup biar tidak kotor, jangan malah dihilangkan tutupnya!
8. Minimalisir proses hapus-tulis

Sama seperti kita, flash disk juga memiliki usia. Artinya suatu saat flash disk kita bisa mati dan tidak bisa digunakan lagi. Usia flash disk berbeda-beda, tergantung kualitas dan merk dari flash disk itu sendiri. Biasanya usia flash disk antara 10.000-100.000 kali proses hapus tulis. Jadi usahakan untuk meminimalisir proses tersebut dan juga jangan mengedit langsung dari flash disk. Atau jika Anda memiliki data yang banyak dan ingin meng-copy data tersebut ke dalam flash disk, lebih baik data-data tersebut di-kompres jadi satu terlebih dahulu menggunakan program peng-kompres yang sudah ada seperti WinZip, WinRar, atau program peng-kompres lainnya. Karena selain data akan jadi lebih kecil tetapi juga file akan jadi satu, artinya data tersebut jika di copy ke flash disk sama dengan meng-copy satu file saja.

9. Berilah Gantungan

Ini berguna jika kita tidak lupa menaruh flash disk kita, karena bentuknya yang kecil.

Cara Memperbaiki Flash Disk yang tiba-tiba mati


Pernakah kamu mengalami kejadian seperti ini:

“Saat flash disk tertancap di komputer win XP, sedang dipakai namun tiba-tiba windows hank alias frozen. Setelah komputer di booting paksa dan di hidupkan lagi, ternyata flash disk yang tertancap tadi mati. Falsh disk tidak bisa bekerja lagi. Windows mendeteksi kapasitasnya 0 MB dan mengeluarkan pesan untuk memformatnya. Dicoba untuk di format gagal juga. Akhirnya gak terpakai lagi deh tuh Flash disk”



Kalau memang kasus seperti ini yang anda alami terhadap kerusakan flash disk anda. jangan khawatir kita masih bisa coba untuk menyelamatkan dan menghidupkanya lagi. Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaikinya:

1.Softawre yang kita perlukan untuk keperluan ini adalah HP Drive Boot Utility (buatan HP namun jangan khawatir ternyata bisa kita gunakan untuk merek yang lainya. Bahkan untuk memory kamera juga). Anda bisa download di sini.
2.Setelah di download, jalankan dan pilih drive untuk falsh disk yang akan diperbaiki.
3. Pilih tipe format disk yang mau di gunakan (FAT, FAT32 atau NTFS)
4. Pilih Quick Format
5. Kemudian pilih start untuk memulainya.

Cara Menghindari Virus Dari Flash Disk Masuk ke Komputer Anda

Saat ini flash disk merupakan sebuah tool yang sangat berarti bagi kita. Mungkin dapat dikatakan bahwa flash disk lebih penting dimiliki daripada komputer sendiri karena sekarang dimana-mana sudah banyak rental komputer yang dapat di sewa untuk digunakan per jamnya. Bahkan, seorang teman pernah mengatakan kepada saya bahwa flash disk adalah setengah dari otaknya. Mungkin kedengaran berlebihan bagi sebagian orang, namun begitulah pentingnya flash disk pada zaman seperti sekarang ini.

Disamping kegunaannya yang sangat berperan dalam dunia komputer, flash disk sangat rentan terhadap virus. Bahkan flash disk juga dapat dikatakan sebuah media yang sangat baik bagi penyebaran virus. Saat Anda memasukkan flash disk Anda ke komputer yang bervirus, biasanya secara otomatis virus akan masuk ke flash disk Anda dan Anda secara tidak langsung akan ikut berperan menyebarkan virus tadi saat Anda memasukkan flash disk tersebut ke komputer lain. Parahnya lagi apabila virus tersebut masih belum ada antivirusnya, membuat Anda harus repot menginstal ulang jika tidak bisa menghapusnya secara manual.

Pada artikel kali ini saya ingin berbagi beberapa trik yang biasa saya gunakan dalam menghindari virus dari flash disk masuk ke komputer saya. Silahkan simak triknya di bawah

# Matikan Autorun

Autorun merupakan trigger yang paling umum dalam penyebaran virus. Jika Anda pengguna windows XP, Anda dapat mematikannya dengan cara
1. klik start->run
2. masukkan perintah "gpedit.msc"
3.Pilih "Administrative Template" di Computer Configuration
4. Lihat ke kolom sebelah kanan, kemudian double klik "system"
5. Double klik "Turn Off Autoplay"
6. Pilih opsi "enabled"
7. Kemudian OK
8. Restart komputer Anda.

# Tidak mengaktifkan hide file/folder dan hide protected operating system files.


Banyak virus yang tidak dapat terlihat pada komputer Anda karena settingan default di Windows adalah tidak menampilkan semua file yang hidden. Fungsinya adalah agar user tidak mendelete secara tidak segaja file-file system yang akan mempengaruhi kerja windows apabila di delete. Namun dengan cara ini virus dapat bersembunyi sehingga Anda tidak dapat mengetahui file virus ada pada flash disk Anda.
Asalkan Anda dapat berhati-hati, tidak masalah untuk menonaktifkan hide file/folder dan hide protected operating system files di komputer Anda. Caranya dengan :

1. Klik start -> my computer
2. Pada navigasi bagian atas klik "Tools"
3. Pilih opsi "Folder Options"
4. Klik "view" pada navigasi di bagian atasnya.
5. Pilih opsi "show hidden files and folders"
6. Unchecklist "hide extentions for known types" dan "hide protected operating system files (recommended)"
7. Klik OK.

<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=n0DOcTITmUc%3D&cid=sO23aMPfjUo%3D&chan=wEQ%2FnVJrhyw%3D&type=2&title=3D81EE&text=000000&background=FFFFFF&border=000000&url=2BA94F" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->

# Biasakan membuka folder flashdisk dengan cara klik kanan start -> explore all users dan membuka file dari navigasi root folder yang ada di sebelah kiri.


Hal ini di tujukan agar virus yang menyebar via autorun.ini tidak aktif saat Anda membuka isi flash disk. Curigai lah file-file aneh dalam flash disk Anda yang tidak lazim ada. Apalagi bila folder tersebut berada dalam posisi hidden. Bila Anda melihatnya lebih baik di delete saja


Demikianlah beberapa tips dari saya untuk menghindari virus dari flash disk menginfeksi komputer Anda.

Semoga dapat membantu.

Berikut ilustrasi gambar:
1. Langkah No: 2



2. Langkah No: 3



3. Langkah No: 6




<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=n0DOcTITmUc%3D&cid=sO23aMPfjUo%3D&chan=wEQ%2FnVJrhyw%3D&type=2&title=3D81EE&text=000000&background=FFFFFF&border=000000&url=2BA94F" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->